Wednesday 29 October 2014

(4 GAMBAR) Kisah Seorang Gadis 13 Tahun Yang Tersepit di Celah Runtuhan Selama 3 Hari Sebelum Maut



Sebuah kisah tentang kematian daripada seorang gadis , yang menjadi mangsa selepas berlakunya gempa dahsyat yang berlangsung pada tarikh 13 November 1985 , di Armero , Columbia .


Omayra Sanchez adalah seorang gadis cilik berusia 13 tahun yang tinggal di Armero , sebuah bandar kecil yang berpenduduk sekitar 31.000 orang.


Pada tarikh 13 November 1985 , bandar Armero yang kecil dan tenang , digoncang oleh letusan gunung berapi Nevado Del Ruiz . Saat meletus , gunung Nevado Del Ruiz menghasilkan gegaran hebat , yang meruntuhkan ribuan bangunan di Armero , dengan muntahan lahar panas , yang mengalir ke kaki gunung , membakar habis kawasan yang ditimpa aliran larva, termasuk bandar Armero yang berada di kaki gunung Nevado Del ruiz.


Malam saat bencana terjadi , Omayra yang tinggal bersama keluarganya , dikejutkan oleh kejutan dahsyat, dan melalui siaran radio mereka mendengar bahawa lahar panas sedang mengalir menuju ke tempat mereka. Semasa pelarian menyelamatkan diri, nenek Omayra terjatuh kedalam lubang saluran air . Omayra berhenti untuk menolongnya . Malang bagi gadis ini , setelah menolong neneknya , kakinya tersepit runtuhan bangunan , sehingga tidak boleh bergerak keluar .


Pasukan penyelamat yang datang tidak dapat menariknya keluar dan memerlukan jentera untuk mengalih sisa runtuhan, dan di saat itu air mula mengalir keluar dari lubang saluran air. Bebarapa sisa runtuhan semakin menghimpit Omayra , keluarga dan beberapa penduduk menemaninya sambil menunggu pasukan penyelamat yang membawa peralatan yang boleh mengangkat sisa runtuhan yang menghimpitt Omayra .


Selama tiga hari pasukan penyelamat tidak kunjung tiba, air telah meningkat hingga paras leher Omayra , selama itu , siang dan malam , orang - orang di sekitarnya berusaha menguatkannya dengan menghiburnya, mengajaknya bernyanyi , dan membantunya mengatasi ketakutan .


Pada hari ketiga , masih tersepit dalam runtuhan dan dalam rendaman air separas leher , Omayra mula berhalusinasi ia berkata bahawa ia terlambat untuk pergi ke sekolah. Tidak berapa lama kemudian ia meminta orang - orang di sekitarnya untuk meninggalkannya agar ia dapat berisitirahat .


Tak lama kemudian ia meninggal akibat gangrene pada lukanya , dan juga hypothermia akibat terendam air selama berhari - hari .


Televisyen yang datang untuk membuat liputan gempa , juga menyiarkan liputan mengenai keadaan Omayra , ke seluruh dunia . Gambar yang anda saksikan diambil sebelum ia meninggal , dan disiarkan tidak lama setelah ia meninggal . Cristina Echandia seorang wartawan mengatakan, untuk seorang anak seusianya , Omayra cukup tabah menghadapi keadaannya, hingga ajal menjemputnya.













sumber: ejeninfo.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

histats

ping

ping blog